Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal Akibat Luka Ledakan Kapal

Nurul H. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal Akibat Luka Ledakan Kapal

Gambar atau konten salah?

Banda Aceh — Seorang korban luka akibat insiden di Kapal Aceh Hebat (AH) 2 akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Korban bernama Fakhri Herdieco, yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 22.55 WIB.

Kabar duka ini pertama kali muncul di akun media sosial milik Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Aceh Besar. Dalam unggahan tersebut, Fakhri disebut sebagai taruna DP-IV Pembentukan Teknika. Pihak kampus menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui unggahan di Instagram.

"Segenap civitas akademika Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fakhri Herdieco," tulis akun resmi Poltekpel Malahayati.

Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga ikut mengonfirmasi berita tersebut. Kepala Cabang ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, membenarkan bahwa Fakhri adalah salah satu korban yang terdampak langsung dari insiden KMP Aceh Hebat 2. Peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat, 12 Juni 2026.

"PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fakhri, salah satu korban terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh," kata Andri dalam keterangan resminya.

Menurut Andri, sejak awal kejadian, perhatian utama perusahaan memang tertuju pada upaya penanganan dan pemulihan para korban. Ia menyebut bahwa ASDP terus memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada korban serta keluarga mereka. Hal ini termasuk memastikan semua kebutuhan medis dan koordinasi dengan pihak terkait berjalan lancar.

"Saat ini, ASDP tetap berkoordinasi dan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang guna mengetahui fakta dan penyebab pasti insiden tersebut. Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional," ungkap Andri.

Sebelumnya, ledakan di Kapal Aceh Hebat 2 terjadi saat kapal sudah bersandar dan seluruh penumpang serta kendaraan telah turun. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 09.45 WIB setelah berlayar dari Sabang. Saat itu, 16 taruna Poltekpel Malahayati diminta masuk ke dalam kapal untuk belajar mengenal sistem mesin.

Sebanyak 14 taruna berada di ruang mesin, sementara dua lainnya berada di atas kapal. Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal, Agus Widodo (47), yang juga merupakan instruktur di Poltekpel, ikut menjadi korban luka bakar dalam insiden tersebut.

"Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu," jelas Kepala Kantor KSOP Malahayati, Amfami, saat ditemui wartawan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Ledakan terdengar sekitar pukul 11.13 WIB. Menurut keterangan awal, ledakan terjadi pada salah satu pompa yang ada di ruang mesin kapal. Akibat insiden itu, 14 taruna dan KKM mengalami luka bakar serius.

Insiden di Pelabuhan Ulee Lheue ini menjadi perhatian serius bagi ASDP. Perusahaan menegaskan akan mengikuti setiap hasil investigasi dari pihak berwenang dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat standar keselamatan operasional di masa mendatang.

kapal aceh hebatledakankorban meninggaltarunapoltekpel malahayatiasdpkeselamatan

Komentar

Memuat komentar...