Tingkatkan Omzet Usaha Kuliner lewat GoFood & GrabFood
Gambar atau konten salah?
Memanfaatkan layanan pengantaran makanan digital sudah menjadi hal biasa bagi banyak pelaku usaha kuliner. Dua platform terbesar di Indonesia, GoFood dan GrabFood, menawarkan jangkauan luas ke pelanggan yang mencari kenyamanan dan variasi. Bagi pemilik warung, kafe, restoran, atau katering, kedua platform ini tidak hanya sekadar alat distribusi; mereka menjadi saluran penjualan yang dapat meningkatkan omset bila digunakan secara strategis.
Awal langkahnya sederhana. Daftar akun bisnis di masing‑masing aplikasi, isi profil usaha, dan unggah foto menu. Proses verifikasi biasanya memakan waktu satu atau dua hari. Setelah terdaftar, usaha Anda akan muncul di pencarian pelanggan yang berada di radius pengiriman. Namun, kehadiran saja tak cukup. Agar penjualan naik, perlu ada pendekatan terencana mulai dari pemilihan menu, penentuan harga, hingga promosi.
1. Rancang ulang menu untuk platform digital
Menu yang tampil di GoFood atau GrabFood harus mudah dipahami, menarik, dan konsisten dengan identitas usaha. Beberapa poin penting:
- Gunakan nama yang singkat namun deskriptif. Hindari istilah yang ambigu.
- Berikan gambar beresolusi tinggi. Foto yang jelas memicu rasa lapar.
- Tambahkan deskripsi singkat: bahan utama, rasa, dan keunikan.
- Putuskan apakah menu akan tetap sama seperti di tempat fisik atau ada variasi khusus untuk online.
Jika usaha memiliki menu yang tidak terstruktur, cobalah kelompokkan berdasarkan kategori: “Makanan Utama”, “Camilan”, “Minuman”. Ini memudahkan pelanggan memilih dan mengurangi kebingungan.
2. Atur harga dengan mempertimbangkan biaya tambahan
Berhitung margin keuntungan harus mencakup biaya pengiriman, komisi platform, dan biaya bahan baku. Misalnya, jika komisi GoFood rata‑rata 10% dan GrabFood 12%, harga jual harus menutup biaya tersebut. Selalu lakukan perhitungan sederhana: Harga Jual = Harga Bahan + Laba + Komisi + Pengiriman. Jangan lupa menyesuaikan harga di setiap platform sesuai komisi masing-masing.
Berikut contoh perhitungan:
- Harga bahan baku: Rp30.000
- Laba target: Rp10.000
- Komisi GoFood (10%): Rp4.000
- Biaya pengiriman (bisa dipotong oleh pelanggan): Rp5.000
- Harga jual akhir: Rp49.000
Dengan cara ini, margin tetap terjaga meski ada potongan pengiriman.
3. Optimalkan paket pengemasan
Pengemasan menjadi faktor penting. Paket yang kuat, aman, dan estetis menambah nilai bagi pelanggan. Pilihan bahan pengemasan tidak harus mahal; kertas koran, plastik biodegradable, atau kotak kayu ringan cukup. Pastikan paket menahan suhu makanan dan tidak mudah pecah. Selain itu, sertakan label dengan nama usaha, logo, dan nomor kontak. Pelanggan lebih cenderung kembali jika mereka merasa dihargai.
4. Manfaatkan promosi dan diskon platform
GoFood dan GrabFood menyediakan fitur promo: diskon persentase, potongan harga tetap, atau “free delivery”. Gunakan promosi ini pada hari-hari strategis, misalnya pada akhir pekan atau saat peluncuran menu baru. Berikut cara sederhana merancang kampanye promosi:
- Targetkan pelanggan yang sering memesan di wilayah Anda.
- Berikan diskon 10–15% untuk pemesanan pertama.
- Gunakan kode promo yang mudah diingat.
- Promosikan melalui banner di profil usaha.
Promosi yang tepat dapat meningkatkan volume pemesanan dan memperkenalkan menu baru.
5. Pelayanan cepat dan akurat
Kecepatan pengiriman menjadi penentu kepuasan pelanggan. Selalu atur jadwal produksi agar makanan siap dikirim dalam waktu 30–45 menit setelah pesanan diterima. Jika memungkinkan, gunakan sistem “order ahead” sehingga pelanggan dapat memilih jam antar. Selain itu, pastikan supir atau driver memahami rute tercepat dan aman.
Jika terjadi keterlambatan, beri tahu pelanggan secara real‑time. Komunikasi terbuka mengurangi ketidakpuasan dan menurunkan risiko ulasan negatif.
6. Tanggapi ulasan dan feedback
Ulasan pelanggan adalah sumber data berharga. Baca setiap komentar, baik positif maupun negatif. Balas secara sopan dan jelas, tunjukkan bahwa Anda menghargai masukan. Jika ada kritik, perbaiki segera. Pelanggan yang melihat usaha merespons ulasan cenderung lebih percaya dan loyal.
Contoh balasan singkat:
“Terima kasih atas masukan Anda. Kami akan segera memperbaiki kualitas saus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan.”
Jangan menolak kritik; gunakan sebagai titik awal perbaikan.
7. Analisis data penjualan
Baik GoFood maupun GrabFood menyediakan dashboard penjualan. Gunakan data ini untuk mengetahui menu terlaris, jam sibuk, dan tren pelanggan. Dengan data tersebut, Anda dapat menyesuaikan stok, menambah menu pendukung, atau mengoptimalkan waktu produksi.
Beberapa metrik penting:
- Jumlah pesanan per hari.
- Rata‑rata nilai transaksi.
- Margin keuntungan per item.
- Feedback pelanggan (rating).
Analisis rutin membantu mengidentifikasi pola dan peluang.
8. Integrasi dengan media sosial dan promosi offline
Promosi di platform digital harus disinergikan dengan kehadiran online lain. Posting foto makanan, testimoni, atau video proses memasak di Instagram, TikTok, atau Facebook dapat menarik perhatian pelanggan baru. Sertakan link GoFood atau GrabFood di bio atau caption.
Di sisi offline, pastikan pelanggan di tempat fisik tahu tentang layanan pengantaran. Tampilkan poster atau stiker “Order via GoFood/GrabFood” di meja, bingkai, atau kemasan. Tawarkan diskon khusus bagi pelanggan yang memesan lewat aplikasi.
Dengan demikian, promosi saling melengkapi dan memperluas jangkauan pasar.
9. Kolaborasi dengan influencer lokal
Influencer makanan lokal dapat memperkenalkan usaha ke audiens yang lebih luas. Pilih influencer yang target audiensnya sesuai dengan segmen usaha Anda. Berikan mereka menu gratis atau diskon khusus, lalu minta mereka menulis review atau mengunggah foto. Pastikan konten mengandung link atau kode promo yang dapat dilacak.
Kolaborasi ini menambah kredibilitas dan menonjolkan keunikan menu.
10. Perhatikan regulasi dan kebijakan platform
Setiap platform memiliki kebijakan tersendiri terkait harga, promosi, dan kebersihan. Selalu periksa dan patuhi aturan agar tidak terkena sanksi atau pemblokiran. Misalnya, GoFood menuntut harga tidak boleh naik di atas 10% dari harga di tempat fisik. GrabFood memiliki ketentuan khusus untuk promo “free delivery” di wilayah tertentu. Menyesuaikan diri dengan kebijakan meminimalisir risiko.
Selain itu, pastikan usaha Anda memiliki izin usaha, sertifikat halal, dan standar kebersihan yang sesuai. Hal ini penting tidak hanya untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga untuk kepercayaan pelanggan.
11. Diversifikasi layanan
Tak hanya penjualan makanan, pertimbangkan layanan tambahan seperti katering untuk acara, layanan langganan makanan mingguan, atau paket “makan sehat” bulanan. Tambahkan kategori ini di platform, sehingga pelanggan dapat memilih layanan yang lebih sesuai kebutuhan.
Contoh paket:
- Paket mingguan “Makanan Sehat” – 10 porsi, harga diskon, pengiriman harian.
- Paket katering per acara – menu khusus, jumlah porsi fleksibel.
Dengan diversifikasi, usaha dapat mengakses segmen pelanggan yang lebih luas.
12. Evaluasi dan iterasi secara berkala
Setiap bulan, review performa penjualan, ulasan pelanggan, dan efektivitas promosi. Identifikasi apa yang berhasil dan apa yang belum. Misalnya, jika menu tertentu tidak laku, pertimbangkan untuk mengubah resep atau mengganti menu. Jika promosi diskon tidak menarik pelanggan baru, coba strategi lain seperti “beli 1 gratis 1” atau “voucher tambahan untuk pemesanan berikutnya”.
Iterasi yang terus menerus memastikan usaha tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan dan tren pasar.
Memanfaatkan GoFood dan GrabFood tidak sekadar menambah saluran penjualan. Ini memerlukan pendekatan holistik, mulai dari persiapan menu, pengemasan, komunikasi, hingga analisis data. Dengan langkah‑langkah yang terstruktur dan responsif terhadap umpan balik, usaha kuliner dapat meningkatkan omset, memperluas pangsa pasar, dan membangun loyalitas pelanggan. Kesuksesan tidak datang secara instan; konsistensi dan adaptasi menjadi kunci utama. Semoga panduan ini membantu Anda meraih pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan melalui layanan pengantaran makanan digital.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warga Karawang Manfaatkan Lahan Sempit dengan Hidroponik dan Bioflok
82 UMKM Subang Selesai Digembleng, Omzet Naik 25%
Gek Nanda: Dari Hobi Perhiasan Jadi Bisnis Internasional Bali
Pertamina Pilih 10 UMKM untuk Pertapreneur Aggregator
Bumbu Instan Aceh Jo Viviani Sanita Dukung UMKM Untuk
Veza Snack: Dari Kentang Mustofa ke Rak BUMN BRI 2026
