Tren London Boy di Jembatan Ampera Tarik Pengunjung & UMKM
Gambar atau konten salah?
London Boy karya Taylor Swift kini menjadi tren yang memikat para muda di Jembatan Ampera. Setiap sore hingga malam, lampu hias berwarna-warni menambah daya tarik, sehingga banyak yang datang untuk membuat video TikTok. Tujuannya sederhana: mendapatkan tempat di For You Page (FYP).
Di sinilah Jembatan Ampera berubah menjadi panggung improvisasi. Lampu merah, biru, hijau, dan kuning bersinar menambah estetika latar. Para kreator memanfaatkan visual ini, menambahkan iringan lagu London Boy agar video mereka lebih menarik. Ketika lampu menyala, suasana senja berubah menjadi ruang kreatif yang ramai.
“Iya, ini tuh seru banget, karena kebetulan juga akhir-akhir ini algoritma FYP aku itu tentang Ampera kayak tren London Boy. Sebenarnya saya sudah lama tinggal di Palembang dan sempat merantau, tapi baru kali ini berani jalan di Ampera karena lagi tren ini. Ternyata ramai sekali muda-mudi buat konten di sini, jadi aku enggak malu,” ujar Malta, salah satu pengunjung. Ia menambahkan bahwa ia biasanya tidak berkunjung ke jembatan, namun tren ini membuatnya tertarik.
Feby, wisatawan asal Jakarta, juga mengaku sengaja datang. “Ini pertama kali saya ke Ampera, kebetulan lagi ada kerjaan di Palembang, jadi sekalian jalan-jalan dan buat konten tren London Boy. Ternyata orang-orang yang datang banyak sekali dan jauh dari kesan negatif soal keamanan. Sejauh ini aman-aman saja dan ramai, dari anak muda sampai keluarga juga ada. Harapannya semoga masyarakat Indonesia makin tahu Jembatan Ampera dan lebih mencintai kotanya sendiri,” kata Feby.
Fenomena ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tapi juga memberi dorongan ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar jembatan. Penjualan makanan, minuman, dan barang kerajinan meningkat. Pengunjung yang datang membawa uang dan waktu, sehingga bisnis lokal merasakan peningkatan pendapatan. Selain itu, popularitas media sosial menambah eksposur bagi Palembang sebagai destinasi wisata.
Dengan tren London Boy yang viral, Jembatan Ampera kembali menonjol sebagai ikon kota yang tidak hanya bersejarah, tapi juga relevan dengan budaya digital. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengubah persepsi tempat dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal. 13 April 2026 menjadi contoh bagaimana tren sederhana dapat membawa dampak positif bagi komunitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus Flu Singapura di Sumsel Tembus 628 Orang
Gubernur Deru: Jangan Beban, Fokus Latihan Paskibraka
BPH Migas Temukan Celah Barcode BBM Subsidi di Jambi
Lonjakan 92 Hotspot di Sumsel, Tertinggi Sepanjang Juli
Tambang Ilegal Ancam Geopark Merangin Warisan Dunia
Hotspot Sumsel Diprediksi Bertambah Akibat Curah Hujan Berkurang
Berita Terbaru
Dua Pelajar SMP Terborgol Usai Mainkan Barang di Warung Kopi
Pejabat Ragukan Data Resmi PHK 43.000
Suhu -1°C di Puncak Merbabu, Embun Beku Muncul
MPLS Seru di Rumah Pintar BSI, 235 Siswa Baru Antusias
100.000 Warga Sambut Timnas Norwegia di Oslo
MLFF Tol Terkendala, Pengusaha Khawatir Gagal Bayar
Prancis vs Spanyol, Head to Head 39 Laga
S&P Pertahankan Peringkat RI, OJK Sambut Positif
