Ulat di Menu MBG Boyolali, Dinkes: Cuci Kurang Bersih

Ayu W. · 2 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ulat di Menu MBG Boyolali, Dinkes: Cuci Kurang Bersih

Gambar atau konten salah?

Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali angkat bicara soal ulat yang ditemukan di daun selada dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ngemplak. Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, menyebut penyebabnya sederhana: proses pencucian yang kurang bersih.

Tim Dinkes langsung turun ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Desa Gagaksipat pada Selasa (15 Juli 2026) sore. Mereka datang setelah menerima laporan dari PAUD Kids Fun Education. Di sana, ulat ditemukan di menu MBG yang diberikan kepada murid-murid PAUD.

"Ulat sayuran yang biasa terdapat di selada, karena pencucian yang kurang bersih," kata Kristandyoko kepada wartawan, Rabu (15 Juli 2026).

Bukan cuma mengecek dapur, Dinkes juga memeriksa kesehatan anak-anak di PAUD tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter dan bidan dari Puskesmas Ngemplak. Namun hasil pemeriksaan itu belum keluar saat pernyataan diberikan.

"Hasil laporan belum ada (belum diterima). Pemeriksaan (kesehatan) hari ini," jelasnya.

Dinkes kemudian memberikan rekomendasi perbaikan. Pertama, SPPG harus menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk sayuran segar yang dimakan tanpa dimasak. Kedua, cara mencuci selada harus mengikuti pedoman dari Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, Dinkes meminta evaluasi terhadap pemasok bahan baku. SOP penyimpanan bahan pangan juga harus diterapkan. Semua penjamah makanan wajib mengikuti pelatihan dan penyegaran secara berkala. Dinkes bersama Satgas MBG dan instansi terkait akan terus memantau dan membina.

Kristandyoko juga mengingatkan soal tujuan utama program ini. MBG, katanya, harus memberikan makanan yang aman dan bergizi untuk menyongsong generasi emas 2045. Ia berharap budaya makan bergizi bisa tumbuh lewat sajian SPPG.

"Mau berbenah dan menerima dan melaksanakan rekomendasi untuk kesehatan dan kebaikan bersama. Meningkatkan kualitas sajian menu MBG," imbaunya.

Sebelumnya, keluhan muncul pada hari kedua pelayanan MBG setelah libur sekolah. Pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Dewi Ritaningsih, mengatakan ini bukan kejadian pertama. Ulat kecil yang masih seperti belatung dan bergerak hidup ditemukan di daun selada. Dalam video yang beredar, ulat juga terlihat di food tray atau nampan MBG.

"Tidak hanya kali ini saja. Sudah tiga kali ini," ungkap Dewi, Selasa (14 Juli 2026).

Dewi mengaku langsung menghubungi SPPG. Pihak dapur pun datang ke PAUD. Pada temuan pertama, ulat langsung dibunuh. Temuan kedua dicatat dalam laporan harian yang diberikan SPPG ke sekolah. Tapi temuan ketiga ini dilaporkan lagi sebagai catatan.

"Pertama kita ingatkan dulu, (temuan) yang kedua ditulis dilaporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis disitu," imbuhnya.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M Syawalludin, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan itu. Dari kecamatan, puskesmas, dan pihak terkait sedang melakukan verifikasi di lapangan.

"Sedang diverifikasi atas kondisi makanan antara Kepala SPPG dan jajaran/ahli gizi, pelapor bu Dewi, Pak Camat dan Puskesmas," kata Syawalludin.

Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan kebersihan di dapur MBG masih perlu diperkuat. Temuan ulat yang terjadi berulang kali menandakan SOP pencucian sayuran belum dijalankan secara konsisten. Respons cepat dari Dinkes dan Satgas MBG setidaknya menunjukkan ada upaya perbaikan, meski hasilnya masih harus dilihat ke depannya.

ulat seladaMBG Boyolalipencucian kurang bersihSOP sayuranDinkes BoyolaliSatgas MBGgenerasi emas 2045

Komentar

Memuat komentar...