USD Rp 17.300, BI Tingkatkan Intervensi, Cadangan Turun
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah mencapai puncak di Rp 17.300 pada akhir bulan ini, menembus level psikologis Rp 17.000. Untuk menstabilkan mata uang, Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan intervensi pasar, yang berdampak pada penurunan cadangan devisa.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa cadangan devisa dipakai untuk menstabilkan nilai tukar. Ia menegaskan bahwa intervensi BI meningkat, sehingga cadangan devisa turun.
Posisi cadangan devisa pada akhir 31 Maret 2026 mencapai US$ 148,2 miliar, turun dari US$ 151,9 miliar pada akhir 28 Februari 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh penerbitan obligasi global pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Semua faktor ini memaksa BI untuk menyesuaikan kebijakan stabilisasi nilai tukar.
“Memang cadangan devisa ini ada kaitannya dengan intervensi yang kita lakukan. Press conference kemarin, pak Gubernur (BI) menyampaikan intensitas intervensi memang meningkat sehingga mempengaruhi posisi cadangan devisa, sehingga kita melakukan intervensi spot yang berdampak langsung ke cadangan devisa. Kita juga lakukan intervensi NDF dan DNDF, itu juga mengurangi tekanan ke cadangan devisa,” kata Juli dalam forum diskusi grup (FGD) Bank Indonesia di Bandung, 24 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa intervensi juga dilakukan melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mendorong aliran modal masuk. “Selain itu juga upaya terkait dengan SRBI bagaimana inflow supaya mengawal valas dilakukan, tapi di luar itu ada berbagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar seperti melakukan spot dan swap untuk mata uang selain dolar. Jadi, ada spot dan swap JPY dan CNY yang kemarin ada tambahan valas sehingga itu diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap USD,” ujarnya.
BI menegaskan kesiapan untuk memperkuat kebijakan moneter bila diperlukan. “Stance apabila kondisinya dinamika berubah, di siaran pers kita sebutkan bahwa BI siap menempuh penguatan kebijakan moneter lebih lanjut apabila diperlukan. Pertama, menjaga stabilitasnya dan kemudian kedua, menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran,” jelas Juli.
Pergerakan nilai tukar dolar terhadap rupiah menandakan ketidakpastian pasar, sementara BI terus menyesuaikan intervensi untuk menjaga stabilitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
