Gemini Ungkap Pengguna Indonesia Paling Kreatif di Asia Tenggara
Gambar atau konten salah?
Google untuk pertama kalinya mengungkap bagaimana kebiasaan pengguna Gemini di Asia Tenggara. Ternyata, mayoritas pengguna di Indonesia memakai platform kecerdasan buatan generatif ini sebagai alat bantu kreativitas.
Laporan bertajuk Gemini Report: Southeast Asia 2026 menunjukkan tingkat adopsi Gemini di kawasan ini tumbuh paling cepat dibandingkan aplikasi Google lainnya. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara melonjak lebih dari dua kali lipat.
Sapna Chadha, Vice President untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier, mengatakan aplikasi Gemini kini melayani lebih dari 900 juta pengguna di lebih dari 230 negara dan tersedia dalam 70 bahasa. "Dan Gemini menjadi asisten AI yang paling banyak dicari di negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam," ujar Chadha dalam sesi media briefing virtual pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pengguna muda di bawah 25 tahun menjadi pendorong utama adopsi Gemini di Asia Tenggara. Kelompok usia ini lebih sering berinteraksi dengan Gemini dan menuliskan perintah atau prompt yang lebih rinci saat menggunakan aplikasi tersebut.
Dukungan bahasa lokal juga ikut mendorong adopsi Gemini. Hampir 70% prompt di Asia Tenggara ditulis dalam bahasa setempat. Vietnam memimpin dengan 89%, disusul Thailand 87%, dan Indonesia 84%.
Sebagian besar pengguna Gemini di Asia Tenggara mengakses asisten AI ini lewat perangkat seluler. Indonesia menjadi negara nomor satu dengan 82% prompt dikirim melalui smartphone.
Yang menarik, 32% pengguna di Indonesia memanfaatkan Gemini sebagai mitra kreatif. Setiap hari, pengguna Gemini di Indonesia menghasilkan 9 juta gambar AI — angka tertinggi di Asia Tenggara.
"Gemini memberdayakan orang-orang seperti saya yang memiliki banyak ide kreatif, tapi tidak memiliki kemampuan artistik untuk menjadi seniman, hanya dengan memberikan prompt di Gemini dalam bahasa sehari-hari," kata Samuele Saini, Director Google Ads Solutions untuk Asia Tenggara di Google, dalam kesempatan yang sama.
Saini menambahkan, "Sejak kita meluncurkan Nano Banana pada Agustus 2025, pengguna telah menciptakan lebih dari 5 miliar gambar di seluruh Asia Tenggara. Itu sangat banyak."
Ke depannya, Google akan terus meningkatkan kemampuan Gemini untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Salah satu langkahnya adalah meluncurkan agen AI bernama Gemini Spark dalam bahasa lokal untuk pelanggan Gemini Advanced (Ultra) mulai minggu ini.
Gemini Spark sudah terintegrasi dengan layanan Google Workspace dan tetap aktif meskipun laptop ditutup atau ponsel terkunci. Pembaruan ini membantu pengguna yang ingin mencoba Gemini Spark menggunakan bahasa sehari-hari.
Dari laporan ini terlihat bahwa pengguna Indonesia cenderung memakai Gemini untuk hal-hal kreatif, seperti membuat gambar, dibandingkan sekadar bertanya atau mencari informasi. Tingginya angka penggunaan bahasa lokal dan akses lewat ponsel juga menunjukkan bahwa AI generatif mulai merambah pengguna di luar kalangan teknis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
6,8 Juta Pendaftar Biometrik SIM Card per Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Perebutan Tiket Final Piala Dunia 2026
Komdigi Blokir 3,7 Juta Situs Judi Online
Perusahaan PHK Gara-gara AI Menyesal, Kembali Rekrut
Peringatan Bos SK Hynix: Krisis Chip Memori Belum Usai
Peneliti Temukan Kunci Hewan Laut Bertahan dari Kepunahan Massal
Berita Terbaru
Gemini Ungkap Pengguna Indonesia Paling Kreatif di Asia Tenggara
160 Siswa Baru Mulai Sekolah Gratis di CTARSA Sukoharjo
Kemasan Rokok Seragam, Buruh dan Ilegal Jadi Sorotan
OJK Umumkan Satu Bank Syariah Baru Segera Hadir
12 Dekan dan Direktur USK Dilantik, Rektor Ingatkan Amanah
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji di Blora
Gaji Dua Kali Lipat, Eks Staf PR Pilih Petik Buah di Australia
