Kota Yunani Kuno Ditemukan di Afghanistan
Gambar atau konten salah?
Di tengah gurun dan pegunungan Afghanistan, sekitar 2.000 tahun lalu, berdiri sebuah kota yang tak terduga. Namanya Ai-Khanoum. Kota ini bergaya Yunani — lengkap dengan teater, gimnasium, istana, dan kuil. Jauh dari Laut Mediterania, ia menjadi pusat peradaban Helenistik paling timur yang pernah dibangun manusia.
Lokasinya berada di Baktria, dekat pertemuan Sungai Amu Darya (Oxus) dan Kokcha. Kota ini ditinggalkan sekitar abad ke-2 SM. Meski terbengkalai selama ribuan tahun, reruntuhannya masih menyimpan cerita tentang bagaimana budaya Yunani bisa tumbuh subur di Asia Tengah.
Para arkeolog meyakini Ai-Khanoum didirikan pada awal abad ke-3 SM. Pendirinya adalah penguasa Kekaisaran Seleukia — penerus wilayah yang sebelumnya ditaklukkan Alexander Agung. Dulu, banyak yang mengira kota ini langsung dibangun oleh Alexander sendiri. Tapi penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan lain. Kota ini kemungkinan dibangun beberapa dekade setelah kematian Alexander.
Tata kota Ai-Khanoum sangat khas Yunani. Arkeolog menemukan teater besar yang bisa menampung ribuan penonton. Ada juga gimnasium — tempat pendidikan dan olahraga. Kompleks istana, gudang senjata, dan berbagai kuil juga ditemukan di sana.
Temuan-temuan ini menunjukkan satu hal: orang Yunani tidak datang hanya sebagai pasukan penakluk. Mereka membangun pusat pemerintahan dan kebudayaan. Pusat itu bertahan dan berkembang di Asia Tengah selama beberapa generasi.
"Ai-Khanoum menjadi salah satu contoh terbaik bagaimana budaya Yunani berkembang jauh di luar kawasan Mediterania," demikian laporan yang dikutip dari IFLScience.
Selain bangunan megah, peneliti juga menemukan prasasti-prasasti Yunani. Koin kerajaan Yunani-Baktria juga ditemukan. Ada pula artefak yang menunjukkan perpaduan budaya Yunani dan lokal. Semua ini memperkuat gambaran tentang kota yang unik itu.
Ai-Khanoum berkembang selama lebih dari satu abad. Tapi kemudian datang kemunduran. Konflik dan invasi bangsa nomaden dari utara menghancurkannya. Sekitar tahun 145 SM, kelompok Saka merebut kota itu. Sebagian wilayah sempat dihuni kembali. Tapi kebakaran besar dan instabilitas politik membuat kota itu akhirnya ditinggalkan. Pada abad ke-2 M, hampir tidak ada lagi tanda kehidupan di kawasan itu.
Selama lebih dari dua milenium, reruntuhan Ai-Khanoum terkubur. Baru pada 1961, kota ini ditemukan kembali. Penemunya tidak terduga: Raja Afghanistan saat itu, Mohammed Zahir Shah. Ia sedang berburu. Secara tidak sengaja, ia menemukan sisa-sisa kota kuno itu. Setelah penemuan itu, tim arkeolog Prancis melakukan penggalian besar-besaran hingga akhir 1970-an.
Sayangnya, banyak artefak situs ini dijarah selama konflik di Afghanistan pada dekade-dekade berikutnya. Meski begitu, Ai-Khanoum tetap dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting di Asia Tengah.
Keberadaan kota ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya Yunani pernah menjangkau wilayah yang kini menjadi Afghanistan. Budaya Yunani berpadu dengan tradisi lokal. Dari perpaduan itu lahir peradaban Yunani-Baktria yang unik.
Ai-Khanoum bukan sekadar kumpulan reruntuhan. Bagi para arkeolog, kota yang telah terbengkalai lebih dari 2.000 tahun itu adalah jendela. Jendela untuk memahami bagaimana peradaban bisa menyebar, beradaptasi, lalu menghilang. Semua itu terjadi seiring perubahan politik dan sejarah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
26 Karyawan Meta Gugat PHK Berbasis AI
Kunang-Kunang Kian Hilang, Tanda Alam Kian Rusak
Perkemahan Miliarder Sun Valley Soroti Masa Depan AI
Spanyol ke Final, Rodri dan Cubarsi Matikan Prancis
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Kuasai Spektrum
Yamal Dapat Hadiah Ulang Tahun Impian, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
47 Anak di Karangasem Tak Lanjut SMP, Mayoritas karena Malas
DPRD Jabar Usulkan Reaktivasi SPP SMA/SMK
Inggris vs Argentina Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026
Harga Emas Palembang Naik Tipis, Buyback Naik Rp30 Ribu
Kota Yunani Kuno Ditemukan di Afghanistan
DPR Desak Percepat Verifikasi Data Desil Warga Miskin
Jete Festive 2025 Digelar di Surabaya, Diskon 90%
Truk Mercy Mogok di Jembatan Sayung, Macet 4,3 Km
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Baru
