Serangan Jantung Usia 40 Lebih Sering, Waspadai Gejala

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Serangan Jantung Usia 40 Lebih Sering, Waspadai Gejala

Gambar atau konten salah?

Serangan jantung tidak hanya terjadi pada orang tua. Sekitar satu dari lima kasus serangan jantung terjadi pada usia di bawah 40 tahun, menegaskan bahwa kelompok usia muda juga rentan.

Menurut laporan riset Cardio Metabolic Institut, serangan jantung biasanya tidak muncul secara tiba‑tiba. Faktor pemicu seringkali berupa kombinasi gaya hidup dan kondisi kesehatan. Faktor utama meliputi:

  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Konsumsi makanan ultra processed food (UPF)
  • Stres kronis
  • Kurang tidur
  • Kebiasaan merokok
  • Penggunaan alkohol berlebihan

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung di usia dini juga meningkatkan risiko secara signifikan. Peneliti menyoroti kemungkinan kaitan komplikasi pasca COVID‑19 dan mikroplastik dalam darah terhadap kesehatan jantung.

Sayangnya, banyak anak muda menunda mencari pertolongan medis karena mengira gejala serangan jantung hanyalah penyakit biasa. Gejala yang sering diabaikan meliputi pegal biasa, gangguan lambung, atau kecemasan. Namun, tanda yang perlu diwaspadai meliputi nyeri atau tekanan di dada, nyeri menjalar ke rahang, leher, punggung, dan lengan, serta gejala samar seperti keringat dingin, mual, pusing, dan kelelahan berat tanpa sebab jelas.

Dr. dr. Dede Moeswir, konsultan kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menekankan bahwa serangan jantung bisa mengancam nyawa hanya dalam hitungan menit. Ia juga menyebutkan bahwa serangan jantung dapat memicu kerusakan permanen pada otot jantung, yang berujung gagal jantung.

Ketika seseorang mengalami serangan jantung, pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke jantung tersumbat. Akibatnya, sebagian otot jantung kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan. Terapi utama yang dilakukan ialah membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat melalui tindakan intervensi koroner perkutan menggunakan kawat khusus, balon, dan pemasangan stent," ujarnya, dalam sidang promosi doktor, seperti dilihat detikcom di YouTube MedicineUI, Minggu (17/5/2026).

Serangan jantung terjadi saat aliran darah ke jantung terhambat. Jika sumbatan tidak segera dibuka, jaringan otot jantung bisa mati. Kesadaran akan gejala dan faktor risiko dapat menjadi kunci untuk mencegah tragedi ini, terutama bagi generasi muda yang sering menganggapnya tidak relevan dengan usia mereka.

Serangan jantungUsia mudaFaktor risikoGaya hidupCOVID-19GejalaIntervensi koroner

Komentar

Memuat komentar...