Ibu Viralkan Kisah Putrinya Diabetes Tipe 1, Sosial Masyarakat
Gambar atau konten salah?
Suatu unggahan di Instagram menjadi viral setelah seorang ibu bernama Dicka Armitasari (38) membagikan kisah putrinya yang berinisial A. Pada saat masih 12 tahun, A didiagnosis mengidap diabetes tipe 1. Sejak saat itu, A harus rutin memeriksa kadar gula darah.
Dicka mengungkapkan bahwa diagnosis pertama A terjadi pada 1 April 2025 ketika A berusia 11 tahun. Ia menjelaskan bahwa penyakit yang dialami A berbeda dengan diabetes tipe 2 yang biasanya terkait pola hidup tidak sehat. Diabetes tipe 1 yang diderita A merupakan kondisi autoimun.
"A didiagnosis diabetes tipe satu bulan April tahun 2025 saat usia 11 tahun. Dokter menjelaskan diabetes tipe satu itu autoimun, di mana sistem imun tubuh nyerang pankreas. Jadi bukan karena kebanyakan gula atau keturunan langsung," kata pemilik akun Instagram @dickaarmitasari.
Sebelum diagnosis, A menunjukkan gejala khas diabetes. Ia sering buang air kecil, terutama di malam hari, merasa haus berlebihan, dan menurunkan berat badan meski tetap punya nafsu makan tinggi. Selain itu, tubuhnya terasa lemas dan napas berbau seperti buah. Pada awalnya, Dicka mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan biasa.
Melalui konten yang diunggah, Dicka berharap masyarakat lebih memahami perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2, khususnya pada anak-anak. Ia juga ingin memberikan dukungan moral agar A tumbuh dengan rasa percaya diri dan tidak merasa sendiri menghadapi penyakit tersebut.
"Tujuan saya biar makin banyak yang paham diabetes tipe satu itu beda sama diabetes tipe dua. Biar nggak ada lagi anak diabetes tipe satu yang di-bully atau dikucilkan. Harapan saya, A tumbuh percaya diri, tahu kalau dia nggak sendirian, dan kelak bisa jadi dokter anak biar bantu teman-teman diabetes tipe satu lainnya," tambahnya.
Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem imun menyerang pankreas, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Hal ini berbeda dengan diabetes tipe 2, di mana tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Karena perbedaan mekanisme ini, pengobatan dan pengelolaan kedua jenis diabetes juga berbeda.
Dengan berbagi kisahnya, Dicka tidak hanya menyoroti kondisi medis A, tetapi juga menekankan pentingnya pemahaman dan dukungan sosial bagi anak-anak dengan diabetes tipe 1. Keterbukaan ini dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perbedaan antara dua jenis diabetes, serta memotivasi orang tua dan profesional kesehatan untuk memberikan perhatian khusus kepada pasien muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
1 Muharram 1448 H Tanggal 16 Juni 2026: Libur Nasional
Gempa 7,7 di Mindanao: Gorontalo Aktifkan Sirine Tsunami
Gempa 7,7 di Mindanao memicu tsunami di 7 wilayah Indonesia
Vietnam U-19 menunggu keputusan semifinal AFF 2026
Gempa 7,7 Mindanao: Tsunami Terdeteksi di 7 Wilayah
Gempa M 7,7 Mindanao Guncang Gorontalo, Tsunami Terdeteksi
Tarif Indonesia ke AS Target 18% Setelah Investigasi 301
Gempa 7,7 di RS Sentra Medika, Pasien Panik, Struktur Aman
