Jakarta Target Jadi Kota Global Nyaman Aman di Usia 500 Tahun

Nita W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Jakarta Target Jadi Kota Global Nyaman Aman di Usia 500 Tahun

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan target ambisius menjelang peringatan 500 tahun kota ini pada tahun 2027. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa Jakarta harus bertransformasi menjadi kota global yang benar-benar diminati banyak orang. Bukan sekadar kota besar, melainkan tempat yang nyaman dan aman untuk ditinggali.

Pramono mengungkapkan rencana ini di Jakarta Pusat pada Senin, 22 Juni 2026. "Tentunya, kami akan mengadakan berbagai kegiatan untuk membuat Jakarta semakin menjadi kota global, kota yang digemari, kota yang nyaman, aman," ujarnya. Target ini bukan hanya soal nama besar. Lebih dari itu, ini soal bagaimana warga merasakan langsung kenyamanan setiap hari.

Salah satu proyek yang langsung disebutkan adalah pencanangan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas. Area ini akan menjadi penghubung bagi pejalan kaki. Selain itu, Taman Semanggi juga akan direnovasi total. Dua proyek ini adalah bagian kecil dari rencana besar yang sedang disusun.

Yang lebih menarik, Pramono juga berencana menghubungkan kawasan Bundaran HI dengan beberapa hotel besar melalui jalur bawah tanah. Hotel-hotel itu adalah Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, dan Kempinski. Semua hotel ini nantinya akan terhubung langsung ke stasiun MRT di sekitarnya. "Maka, penanganan-penanganan yang seperti ini akan terus kami lakukan, tapi yang paling penting adalah dalam rangka lima abad ini, Jakarta mempersiapkan diri untuk memberikan kenyamanan bagi warganya," kata Pramono.

Pramono menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal beton dan baja. Bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ia ingin Jakarta dibangun dari sisi kenyamanan, rasa aman, dan kepedulian. Program seperti Jaga Jakarta dan pilah sampah akan terus digalakkan. Ini adalah upaya untuk menumbuhkan gotong royong di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Rano Karno memiliki visi yang sedikit berbeda, tetapi tetap sejalan. Ia menginginkan Jakarta yang berdaya saing, tetapi tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. "Sebab ukuran kemajuan sebuah kota, bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan," kata Rano dalam Rapat Paripurna peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Baginya, kemajuan sejati diukur dari hal-hal kecil.

Rano menjelaskan, kemajuan sebuah kota terletak pada sejauh mana setiap anak dapat bermimpi. Juga pada sejauh mana setiap keluarga dapat hidup layak. Setiap lansia harus merasa dihormati. Dan setiap warga harus merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta. "Inilah Jakarta yang ingin kita wujudkan dan wariskan ketika kota ini memasuki usia lima abad," ucap Rano.

Ia ingin Jakarta tetap terbuka bagi dunia, tetapi setia pada budayanya sendiri. Jakarta harus kuat secara ekonomi, tetapi hangat dalam kemanusiaan. Jakarta juga harus maju dalam teknologi, tetapi tidak kehilangan semangat gotong royong. Ini bukan sekadar slogan. Ini adalah fondasi yang ingin dibangun.

Dengan semangat menyongsong lima abad, Rano mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Gotong royong harus dihidupkan kembali. Langkah harus disatukan. "Jakarta yang maju, berbudaya, berkeadilan, sejahtera, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya," kata Rano. Ini adalah janji yang harus ditepati.

Momentum menuju lima abad Jakarta, menurut Rano, harus menjadi titik tolak. Bukan hanya untuk masa depan yang lebih maju atau lebih berdaya saing. Tapi juga untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan lebih manusiawi. "Masa depan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan, dan harapan bagi seluruh warga," pungkasnya.

Perjalanan menuju 500 tahun Jakarta masih panjang. Namun, target yang dicanangkan sudah jelas. Jakarta ingin menjadi kota global yang nyaman, aman, dan berbudaya. Semua ini harus diwujudkan dalam waktu dekat.

Jakartakota globalkenyamanankeamananpedestrian deckTaman Semanggigotong royong

Komentar

Memuat komentar...