Tahura R Soerjo Petakan Titik Rawan Kebakaran
Gambar atau konten salah?
Kebakaran hutan menjadi ancaman serius di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R Soerjo). Wilayah konservasi seluas 27.868,3 hektare ini tengah menghadapi api yang melahap Gunung Biru, bagian dari Pegunungan Anjasmoro di Mojokerto. Pertanyaannya, bagaimana pihak pengelola mencegah kobaran api meluas?
Agustiningtyas Marini, Kepala UPT Tahura R Soerjo, mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Data dari kejadian-kejadian sebelumnya, terutama yang besar pada tahun 2019 dan 2023, menunjukkan bahwa api biasanya datang dari arah timur. Lebih tepatnya, dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 02 dan RKW 03 yang berada di lembah Gunung Welirang-Arjuna. RKW 02 masuk wilayah administrasi Malang bagian timur, sementara RKW 03 berada di Pasuruan. Wilayah Tahura R Soerjo sendiri terbagi menjadi sembilan RKW.
"Kalau dilihat di peta, karhutla itu berasal dari bawah, dari kawasan yang lebih rendah. Entah itu dari lahan masyarakat atau lahan kawasan lain di luar Tahura. Nah, di kami, itu banyak terjadi di wilayah timur," jelas Agustiningtyas pada Rabu, 15 Juli 2026.
Mengacu pada karhutla tahun 2023, luas hutan yang terbakar mencapai sekitar 5.000 hektare. Vegetasi yang hangus berupa beragam jenis pohon dan padang savana. Agustiningtyas menambahkan, "Ini kan prediksi di 2026, apakah ada El Nino atau apa. Nanti puncak-puncak keringnya antara Juli-Agustus. Mudah-mudahan tidak terjadi karhutla."
Menurut Agustiningtyas, penyebab kebakaran di hutan konservasi Tahura R Soerjo hampir selalu karena ulah manusia. Contohnya, aktivitas pembersihan lahan (land clearing) oleh petani yang membakar rumput atau semak, lalu apinya menjalar ke hutan karena tiupan angin kencang. Selain itu, ada juga pemburu liar yang membuat api unggun di dalam hutan. Luas wilayah Tahura R Soerjo yang mencapai 27.868,3 hektare membuat jalur tikus bagi para pemburu bisa ditemukan di mana saja. Wilayah hutan konservasi ini membentang di Mojokerto, Pasuruan, Malang, Batu, Kediri, dan Jombang.
"Kalau di jalur pendakian, sangat jarang orang membuang puntung rokok. Tapi yang jelas, ulah manusia mendominasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tentu ini menjadi perhatian bersama. Membangun kesadaran itu jauh lebih penting daripada memadamkan api," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, Agustiningtyas mengatakan bahwa saat ini pihaknya meningkatkan pengawasan dengan patroli tanpa mengenal waktu. Fokus utama ada di wilayah rawan karhutla, seperti RKW 02 dan 03. Personel yang dikerahkan terdiri dari 63 polisi hutan dan 53 anggota Manggala Agni.
"Patroli kami lakukan juga pada malam hari. Kami juga membangun beberapa portal yang memungkinkan mereka (pemburu liar) tidak bisa masuk. Kami pasang imbauan, serta memasang kamera trap di tempat-tempat yang berpotensi dimasuki orang," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Tahura R Soerjo juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah karhutla. Pihaknya bersinergi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) di seluruh daerah penyangga. MPA adalah warga di sekitar kawasan tahura yang sudah dibina untuk ikut menjaga hutan.
"Total yang kami miliki sekarang 251 anggota MPA. Di tahun ini, kami menambah anggota MPA sebanyak 150 orang di wilayah Malang barat dan Pasuruan," tandasnya.
Kebakaran hutan di Tahura R Soerjo bukanlah hal baru. Pola kejadiannya berulang, terutama di musim kemarau. Upaya pencegahan yang dilakukan kini lebih terstruktur, mulai dari pemetaan wilayah rawan, patroli malam, hingga pembatasan akses masuk. Namun, faktor manusia tetap menjadi tantangan terbesar. Edukasi dan keterlibatan masyarakat lokal, seperti melalui MPA, menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Inggris vs Argentina, Duel Klasik di Semifinal Piala Dunia 2026
Banjir Rob Rendam Sekolah di Surabaya, MPLS Tetap Jalan
Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
DLHKP Segel Saluran Limbah Mie Gacoan Pasuruan
Inggris Vs Argentina: Duel Penuh Sejarah di Semifinal Piala Dunia 2026
Operasi Gabungan di Lamongan Sita 3.040 Batang Rokok Ilegal
Berita Terbaru
Mahasiswa UINSA Dobrak Pagar, Tuntut Rektor
BPBD Pinrang Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
DPRD Desak Penertiban Angkot Tak Layak Jalan
Tahura R Soerjo Petakan Titik Rawan Kebakaran
5 Cara Mudah Pilih Ikan Segar Sebelum Beli
Prabowo Terbitkan Inpres Selamatkan Gajah Sumatra dan Kalimantan
Kunjungan Wisman Capai 1,38 Juta di Mei 2026
Spanyol ke Final Usai Bungkam Prancis 2-0
Japan Open 2026: Dua Wakil Indonesia Lolos, Satu Pulang
